DIBUANG SAYANG April 4, 2008
Posted by bahalit jatisunda in Serba serbi.add a comment
Disadari atau tidak, kita dihadapkan dengan segala aspek kehidupan yang serba rumit. Semua itu tak terlepas dari rasa takut yang amat sangat. Kita banyak dicekoki dengan berbagai ragam masalah yang kita sendiri tidak tahu akan dibawa ke mana diri kita.Kemiskinan dan kebodohan mengiringi krisis ekonomi. Kedua kata inilah titik yang paling kritis, yang miskin dan bodoh jadi santapan empuk untuk dijadikan sarapan pagi. Orang miskin serta bodoh pendiriannya mudah goyah, gampang dirayu, dan tidak sulit untuk ditipu. Pada titik paling kritis mereka dijual aqidahnya demi mendapat sesuap nasi.
Fenomena kekuasaan dan kekerasan telah mencederai nilai-nilai luhur kemanusiaan. Kebijakan-kebijakan yang diterapkan hanya berorientasi terhadap kalangan-kalangan tertentu yang berakibat muncul ketidak adilan yang merajalela, kejahatan menjamur, pengangguran makin subur, korupsi makin menjadi, perkosaan, penganiayaan, pembunuhan, harga melejit tak tedeng aling – aling, hukum dijadikan hiasan dan dipandang sebelah mata, aturan disiasati untuk menutup diri. Sebagian menggunakan aksi kekerasan dengan dalih menegakan kebenaran. Tapi ketika kebenaran saling bertemu, maka argumentasi lahir saling beradu demi mendapatkan tempat yang paling diyakininya.
Kebenaran tidak bisa dilakukan dengan cara emosional. Jika kebenaran diperjuangkan dengan kekuatan fisik, kekuatan senjata, maka akal sehat sulit untuk menerima, dan tunggu kehancuranya.
Ingatlah! Kebahagiaan di dunia bukan akhir tujuan kita, bukan akhir dari segalanya. Tujuan kita mengabdi kepada Alloh SWT, guna mencapai Ridha-Nya. Kebahagiaan dan kesengsaraan di kehidupan akhir nanti tergantung dari bagaimana kita menjalani hidup ini. Waspadalah !